MAKALAH
SENI RUPA 3 DIMENSI
SENI RUPA 3 DIMENSI
Oleh :
Luh Eka Suciwati (23)
SMA NEGRI 2
AMLAPURA
TAHUN 2016
A. Pengertian Seni Rupa 3 Dimensi
Seni rupa tiga dimensiadalah
seni rupa yang memerlukan ruang, karena mempunyai ukuran panjang, lebar, dan
tebal.Karena seni rupa tiga dimensi tidak mempunyai bidang datar dan tidak
datar, sehingga penempatannya berdiri lepas artinya tidak tergantung pada
dinding sebagai dasarnya, sebagai contohnya patung, seni bangunan, (arsitektur)
dan seni terapan misalnya perabotan rumah tangga.
B. Fungsi Seni Rupa 3
Dimensi
Karya seni rupa memiliki dua fungsi yaitu Fungsi estetis dan fungsi Praktis
sebagai berikut.
- Pemenuhan
kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan), yaitu
karya yang fungsi pokoknya sebagai benda pakai, selain juga memiliki nilai
hias. Misalnya, perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi, lemari,
dan tekstil.
- Pemenuhan
kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan), yaitu fungsi yang semata-mata
sebagai benda hias. Misalnya, karya batik atau tenun yang dibuat khusus
untuk hiasan dinding dan benda-banda kerajinan untuk penghias ruangan,
seperti topeng, patung, dan vas bunga.
C. Jenis Karya Seni Rupa 3
Dimensi
Jenis karya seni
rupa tiga dimensi dapat dilihat dari fungsi karya seni tersebut.Dilihat dari
fungsinya karya seni rupa tiga dimensi dibedakan menjadi karya yang memiliki
fungsi pakai (seni rupa terapan atau applied art) dan karya seni rupa yang
hanya memiliki fungsi ekspresi saja (seni rupa murni atau pure art).Karya seni
rupa sebagai benda pakai yang memiliki fungsi praktis dibuat dengan
pertimbangan kegunaannya.Perbedaan fungsi karya seni rupa berdasarkan tujuan
pembuatannya.
1. Karya
Seni Rupa Tiga Dimensi Murni
Karya seni ini tidak memperhatikan unsur praktis atau
unsur kegunaannya, akan tetapi hanya memperhatikan kreativitas dan ekspresi.
Karya Seni Rupa murni sebagai keindahan karya manusia yang dibuat dengan tujuan
untuk dinikmati keindahannya saja. Contoh karya seni rupa tiga dimensi murni
adalah sebagai berikut :
- Seni
patung merupakan cabang seni rupa murni yang karyanya berbentuk tiga
dimensi. Bahan yang digunakan untuk membuat patung, di antaranya kayu,
batu, atau logam.
- Benda
hias, yaitu seni kriya yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan.
Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan atau
segi fungsinya. Contohnya hiasan dinding dan benda-banda kerajinan
untuk penghias ruangan, seperti topeng dan vas bunga.
2. Karya Seni Rupa Tiga Dimensi Terapan
Karya seni ini dibuat untuk tujuan fungsional atau
untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis.Karya seni rupa sebagai benda pakai
yang memiliki fungsi praktis dibuat dengan pertimbangan kegunaannya dan juga
keindahanya. Dengan demikian bentuk benda atau karya seni rupa tersebut akan semakin
indah dilihat dan semakin nyaman digunakan. Misalnya, perabotan rumah tangga,
seperti meja dan kursi, dan lemari.
D. Unsur-Unsur Seni Rupa 3
Dimensi
Unsur-unsur
Seni Rupa
Seni rupa dibangun oleh sejumlah unsure yang
membentuk kesatuan yang padu sehingga karyanya dapat dinikmati secara utuh.
Unsur-unsur
dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah
karya seni rupa.Unsur-unsur ini diantaranya antara lain adalah titik, garis,
bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang.
1). Titik
Titik
adalah unsur seni rupa yang paling dasar. Titik dapat melahirkan suatu wujud
dari ide-ide atau gagasan yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk, atau
bidang. Teknik lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi ukuran dan
warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.
2). Garis
Menurut
jenisnya, garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, lengkung, panjang, pendek,
horizontal, vertikal, diagonal, berombak, putus-putus, patah-patah, spiral dan
Iain-Iain. Kesan yang ditimbulkan dari macam-macam garis dapat berbeda-beda,
misalnya garis lurus berkesan tegak dan keras, garis lengkung berkesan lembut
dan lentur, garis patah-patah berkesan kaku, dan garis spiral berkesan lentur.
Garis dapat juga memberikan kesan watak tertentu
sehingga dapat digunakan sebagai perlambangan, seperti:
-
Garis
tegak melambangkan keagungan, kestabilan;
-
Garis
miring mengingatkan pada kegoncangan, tidak stabil, gerak;
-
Garis
tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan kekuatan;
-
Garis
halus, melengkung-lengkung berirama mengesankan kelembutan, kewanitaan.
Sedangkan menurut wujudnya garis dapat dibedakan
menjadi:
-
Garis
nyata, merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung.
- Garis
semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada bidang, warna
atau ruang
3). Bidang
Bidang
merupakan pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga membentuk
bidang yang melingkupi dari beberapa sisi.Bidang mempunyai sisi panjang dan
lebar, serta memiliki ukuran.
4). Bentuk
Bentuk
juga dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:
a. Bentuk geometris
Bentuk
geometris merupakan bentuk yang terdapat pada ilmu ukur meliputi:
-
Bentuk
kubistis, contohnya kubus dan balok.
-
Bentuk
silindris, contohnya tabung, kerucut, dan bola.
b. Bentuk
nongeometris
Bentuk
nongeometris berupa bentuk yang meniru bentuk alam, misalnya manusia, tumbuhan,
dan hewan.
5). Ruang
Ruang
dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: Ruang dalam bentuk nyata, misalnya
ruangan pada kamar, ruangan pada patung. Ruang dalam bentuk khayalan (ilusi),
misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah lukisan.
6). Warna
Kesan
yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata disebut warna. Warna dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
Warna
pokok atau primer, yaitu warna yang tidak berasal dari warna apapun, meliputi
warna merah, kuning, dan biru.
Warna
sekunder merupakan campuran dari warna primer.
Contoh:
·
merah +
kuning : jingga
·
biru +
kuning : hijau
·
merah +
biru : ungu
Warna
tertier merupakan hasil campuran antara warna primer dan warna sekunder.
Contoh:
·
kuning +
hijau : kuning kehijau-hijauan
·
biru +
ungu : ungu kebiruan
·
jingga +
merah : jingga kemerahan
Selain
jenis-jenis warna di atas terdapat pula warna netral, yaitu warna putih dan
hitam.
7). Tekstur
Tekstur
adalah sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda pada
sebuah karya seni rupa.Setiap benda mempunyai sifat permukaan yang
berbeda.Tekstur dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur nyata
adalah nilai raba yang sama antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan tekstur
semu adalah kesan yang berbeda antara penglihatan dan perabaan.
8). Gelap
Terang
Suatu
objek bisa memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap
bagiannya.Demikian pula pada karya seni rupa.Seperti lukisan pemandangan alam.
Adanya perbedaan intensitas cahaya akan menimbulkan kesan mendalam.
E.Prinsip-Prinsip Seni Rupa
Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun komposisi suatu bentuk karya
seni rupa, yaitu:
·
Kesatuan
(unity)
Kesatuan
adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan merupakan
prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang satu sama
lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi. Untuk menyusun satu
kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-unsur dapat
berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki kesatuan.
·
Keselarasan
(harmony)
Keselarasan
adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna
untuk menciptakan keselarasan.
·
Penekanan
(kontras)
Penekanan
adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang
berlawanan.Perbedaan yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan
memberikan kesan yang tidak monoton.
·
Irama
(rhytm)
Irama
adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan
terus-menerus.Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa
susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang
bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang
diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan
susunan dengan irama yang harmonis.
·
Gradasi
Gradasi
adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna secara
berangsur-angsur.
·
Proporsi
Proporsi
atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya
secara keseluruhan.Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran
objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek
lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.
·
Komposisi
Komposisi
adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi susunan
yang bagus, teratur, dan serasi.
·
Keseimbangan
(balance)
Keseimbangan
adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur sedemikian rupa
sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan.
F. Simbol
Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Simbol merupakan lambang yang
mengandung makna atau arti.Secara konseptual, kata simbol ini memiliki beberapa
pengertian sebagai berikut.
- Sesuatu
yang biasanya merupakan tanda yang kelihatan yang menggantikan gagasan
atau objek tertentu.
- Kata;
tanda, isyarat, yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain: arti,
kualitas, abstraksi, gagasan, objek.
- Apa
saja yang diberikan arti dengan persetujuan umum dan/ atau dengan
kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, lampu lalu lintas.
- Tanda
konvensional, yakni sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau
individu-individu dengan arti tertentu yang kurang lebih standar yang
disepakati atau dipakai anggota masyarakat itu. Arti simbol dalam konteks
ini sering dilawankan dengan tanda alamiah.
Kata
Simbol dijelaskan sebagai makna yang dikandung dalam karya seni rupa baik wujud
objeknya maupun unsur-unsur rupanya.
- Patung,
tugu dan monumen memiliki makna dan simbol tertentu. Biasanya berukuran
besar dan dibangun untuk memperingati peristiwa-perisitiwa penting atau
tempat-tempat bersejarah.Tugu Proklamasi di Jakarta adalah simbol dari
kemerdekaan dan perjuangan rakyat Indonesia. Tugu katulistiwa di Pontianak
Kalimantan Barat untuk menandai tempat yang dilalui garis katulistiwa.
- Pahlawan
atau orang yang berjasa dan orang yang dihormati sering dibuatkan
patungnya. Patung itu menjadi simbol kekuatan, kepahlawanan dan
perjuangannya. Banyak pahlawan dan orang yang berjasa di Negara kita.
Kepahlawanan dan perjuangan orang –orang tersebut dikenang hingga saat
ini, dijadikan tauladan bagi masyarakat dan bangsa.
G.Media dan Teknik Dalam
Seni Rupa 3 Dimensi
a.Media dan Teknik berkarya seni
rupa tiga dimensi
Media dalam berkarya seni
rupa tiga dimensi sangat beragam tergantung dari teknik yang digunakan. Teknik
pembuatan seni rupa tiga dimensi sebagai berikut :
1. Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan
alat pahat. Misalnya, membuat patung dan relief dengan bahan dasar kayu dan
batu.
2. Teknik butsir, yaitu membentuk benda dengan
mengurangi dan menambah bahan. Misalnya, membuat keramik dengan bahan dasar
tanah liat.
3. Teknik cor, yaitu membuat karya seni dengan
membuat alat cetakan kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan
sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Misalnya, membuat
patung.
4. Teknik las, yaitu membuat karya seni dengan cara
menggabungkan bahan satu ke bahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu.
Misalnya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam.
5. Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan
cara membuat cetakan terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung
dengan bahan dasar tanah liat dan semen.
Membuat karya seni merupakan wujud ekspresi dari
suatu ide atau gagasan.Ide adalah hasil pemikiran yang berawal dari suatu
inspirasi atau imajinasi. Gambaran yang tertangkap melalui ruang imajinasi
seseorang dapat diwujud- kan dalam bentuk karya seni.
b. Media karya seni rupa 3 dimensi
Media yang digunakan dalam berkarya seni 3 dimensi
sangat beragam, diantaranya :
1.
Bahan Lunak
Contohnya
; tanah liat, bubur kertas, bubur semen, lilin, bubur gips dan lain-lain
2.
Bahan Keras
Contohnya
; kayu, batu, marmer, logam dam sebagainya.
H. Nilai Estetis
Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Pembicaraan tentang estetika
tidak lagi semata-mata merujuk pada keindahan yang sedap dipandang mata.Nilai
estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat obyektif dan subyektif.
- Nilai
estetis obyektif memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud
karya seni itu sendiri artinya keindahan tampak kasat mata. Sesungguhnya
keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi yang baik,
perpaduan warna yang sesuai, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan
sebagainya. Keselarasan dalam menata unsurunsur visual inilah yang
mewujudkan sebuah karya seni rupa.
- Nilai
estetis subyektif, keindahan seni rupa tidak hanya pada unsur-unsur fisik
yang diserap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera penikmatnya
atau orang yang melihatnya. Ketika melihat sebuah karya seni lukis atau
seni patung abstrak, kita dapat menemukan nilai estetis dari penataan
unsur rupa pada karya tersebut. Kita merasa tertarik pada apa yang
ditampilkan dalam karya tersebut dan merasa senang untuk terus melihatnya
bahkan ingin memilikinya.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar